Font Size

SCREEN

Cpanel

03September2014

Artikel

Kajian Kebutuhan Masyarakat: Program Pemberdayaan Mata Pencaharian Masyarakat di Sekitar Wilayah Kerja PT. Weda Bay Nickel

Kajian Kebutuhan Masyarakat:

Program Pemberdayaan Mata Pencaharian Masyarakat

di Sekitar Wilayah Kerja PT. Weda Bay Nickel

 

Latarbelakang

PT. Weda Bay Nickel (PT. WBN) adalah perusahan pertambangan yang melakukan proyek eksplorasi nikel dan kobalt di Pulau Halmahera Maluku Utara. PT. WBN merupakan perusahan patungan antara ERAMET SA dari Perancis (90%) dengan PT. Aneka Tambang Tbk (ANTAM) (10%) serta termasuk dalam Kontrak Karya Generasi VII di Kabupaten Halmahera Tengan dan Halmahera Timur. Kawasan kontrak karya PT. WBN seluas 54.874 ha dan meliputi daerah mangrove, hutan rawa air tawar, hutan dataran rendah berbagai tipe dan hutan pegunungan rendah.  

Pemberian bantuan secara informal kepada masyarakat lokal oleh perusahaan ini diawal fase eksplorasi pre-konstruksi, serta dukungan pengembangan masyarakat secara lebih terstruktur dan formal dimulai pada tahun 2008. Kegiatan ini awalnya difokuskan di 10 desa di Kabupaten Halmahera Tengah, kemudian diperluas menjadi 12 desa di Kabupaten Halmahera Tengah dan Halmahera Timur. Kegiatan programnya mencakup 4 sektor seperti pendidikan, kesehatan, agribisnis dan perbaikan infrastruktur desa.

Dalam rangka implementasi pertanggungjawaban perusahaan (corporate responsibility), PT.WBN bekerjasama dengan Bina Swadaya Konsultan merancang dan mengembangkan strategi pemberdayaan masyarakat. Kegiatan ini telah diinisiasi dengan kegiatan kolaborasi pada preliminiary assessment berupa scanning environment terhadap kondisi global masyarakat desa yang berinteraksi di sekitar wilayah konsesi perusahaan. Untuk melengkapi data dan informasi tentang rancangan kerangka pengembangan lebih komprehensif, maka dilakukan studi penjajagan kebutuhan pengembangan masyarakat. Kegiatan ini ditujukan untuk menyusun sebuah rancangan program pengembangan ekonomi masyarakat dan penguatan kapasitas aparat pemerintah daerah dalam rangka mendukung program pemberdayaan masyarakat secara berkelanjutan. Waktu pelaksanaan kajian berlangsung selama dua bulan, yakni mulai tanggal 2 November 2010 sampai dengan 2 Januari 2011.

Tujuan

Tujuan pelaksanaan kajian adalah untuk:

  1. Mengidentifikasi potensi sumberdaya alam dan manusia serta kendala yang dihadapi masyarakat di sekitar wilayah kerja perusahaan
  2. Memahami lebih detail kebutuhan pembangunan masyarakat khususnya aspek mata pencaharian dan kapasitas aparat pemerintah dalam mendukung proses pemberdayaan masyarakat secara berkelanjutan
  3. Merancang program investasi sosial dan kelayakan pengembangan LKM (lembaga keuangan mikro) untuk memperkuat keberdayaan masyarakat sesuai dengan potensi SDA, pasar, dengan memperhatikan potensi sumberdaya di sekitarnya.

Pemilihan Lokasi

Desa-desa yang dipilih merupakan desa-desa yang berbatasan langsung dengan wilayah kerja operasional perusahaan, memiliki keterkaitan aktivitas dengan aktivitas perusahaan, dan tidak berbatasan langsung dengan areal kerja perusahaan tapi memiliki dampak dari aktivitas perusahaan. Lokasi kajian berada di 4 wilayah kecamatan, yakni Wasile Selatan (6 desa di Kab. Haltim), Weda, Weda Tengah, dan Weda Utara (14 desa di Kab. Halbar). Total jumlah desa sasaran ada 20 desa, 4 desa diantaranya desa transmigrasi dan 16 desa lainnya merupakan desa lokal.

Penentuan Target Sasaran

Masyarakat yang menjadi prioritas kajian adalah masyarakat petani, nelayan, ibu rumah tangga dan mereka yang memanfaatkan sumberdaya alam sebagai mata pencaharian keluarga. Secara khusus penentuan masyarakat sasaran (target group) adalah (1) masyarakat desa terutama petani, nelayan, dan anggota kelompok (jika ada kelompok) beserta pengurus kelembagaan masyarakat setempat, (2) pemerintah desa dan instansi terkait di desa setempat, (3) staf PT. WBN dan tim lapangan program maupun dari instansi terkait.

 

Teknik Penggalian Informasi dan Analisa Data

Secara umum teknik penggalian informasi dilakukan melalui wawancara, FGD, observasi, indept interview, mini-workshop dan review data sekunder. Sementara itu untuk teknik pengumpulan data informasi kajian menggunakan pendekatan PRA (alat kajian PRA berupa alur sejarah, peta sketsa, transek, kalender musim dan kegiatan, diagram venn, bagan alur input-output), studi pasar dan kajian pengembangan model keuangan mikro. Untuk mempertajam kajian di lapangan, maka tim menggabungkan informasi dengan teknik analisis pohon masalah dan analisis stakeholder.

Kegiatan

Kegiatan kajian meliputi persiapan, mobilisasi, sosialisasi, pelaksanaan kajian, lokakarya dan pelaporan. Kegiatan ini diawali dengan scanning environment, yakni melihat kondisi lapangan atau kondisi global masyarakat secara sekilas.

Hasil Temuan Lapangan

  1. Masalah mata pencaharian masyarakat terkait dengan masalah teknis dan non teknis budidaya pertanian dalam arti luas, teknologi pengelolaan sumberdaya alam dan pengelolaan paska panen yang masih terbatas. Aspek non teknis terkait dengan peningkatan pengetahuan, ketrampilan dan membangun pola sikap (kesadaran) yang menentukan tingkat kapabilitas sumberdaya masyarakat petani dan nelayan dalam upaya mengembangkan kualitas dan kuantitas komoditas, produk pertanian, perikanan maupun perkebunan. Penguatan kapasitas teknis petani dalam pengolahan lahan, persiapan bibit, penanaman, pemeliharaan dan paska panen sangat diperlukan. Sedang solusi untuk masalah non teknis dilakukan dengan kegiatan pelatihan, pendampingan, studi banding, belajar antar petani serta sekolah lapang (action research).
  2. Dalam rangka mengembangkan posisi tawar petani-nelayan, maka diperlukan kekuatan petani-nelayan dalam menghadapi tantangan pasar dan kebijakan pemerintah yang  mempengaruhi daya saing produk mereka. Upaya diversifikasi produk untuk meningkatkan nilai tambah melalui mekanisme kerja yang efisien sangat dibutuhkan masyarakat. Upaya yang ditempuh adalah dengan fasilitasi membangun kelompok berbasis usaha (kelapa, ikan tangkap, sagu, ternak, dll), membangun forum kelompok dan mengembangkan pusat pembelajaran mata pencaharian masyarakat (community livelihood center/CLC)
  3. Untuk meningkatkan nilai tambah produk, diantaranya diperlukan upaya diversifikasi produk. Sedangkan pengembangkan pendapatan dapat dilakukan melalui diversifikasi usaha berbasis sumberdaya alam dan kebutuhan pasar. Alternatif diversifikasi usaha meliputi pembuatan kecap dari kelapa, ikan kering, tepung ikan, pupuk organik, padi organik, produk rumput laut, kerupuk ikan, tepung ikan, dll.
  4. Dukungan sistem pengembangan kekuatan kapasitas aparatur pemerintahan desa dalam menjalankan peran dan tugasnya untuk memfasilitasi pembangunan masyarakat desa melalui perencanaan pembangunan desa secara partisipatif. Penguatan kapasitas aparatur pemerintahan desa dapat dilakukan melalui pelatihan perencanaan partisipatif bagi seluruh aparat pemerintahan desa (BPD, LMD dan aparat desa).
  5. Dukungan sistem untuk menjamin pengembangan kapital bagi usaha masyarakat sekitar. Karenanya perlu dikembangkan lembaga keuangan mikro (LKM) yang mampu memenuhi kebutuhan permodalan usaha para enterpreneur di desa secara berkelanjutan dan dikelola secara profesional di Kabupaten Haltim dan Halteng.
  6. Pengembangan usaha petani perlu dilakukan dalam skala usaha unit pengembangan bisnis. Fasilitasi pembesaran skala usaha (termasuk proses penyediaan sarana dan prasarana pendukung) sangat diperlukan secara sinergi di antara masyarakat petani-nelayan, aparat pemerintahan desa, dinas terkait serta pihak PT. WBN. Upaya pengembangan usaha masyarakat petani-nelayan dilakukan secara bertahap, supaya tidak memunculkan dampak negatif seperti masalah likuiditas usaha yang akan berpengaruh dalam jangka pendek.

Peran Bina Swadaya Konsultan

Peran Bina Swadaya Konsultan dalam pekerjaan ini adalah sebagai konsultan peneliti (fasilitator proses) untuk mengidentifikasi kondisi, potensi, masalah dan peluang pengembangan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat yang tinggal dan beraktivitas di sekitar wilayah kerja PT. WBN.

 

Statistik (2)

Most Popular

Kontak Informasi

Kantor: Jalan Gunung Sahari III No.7 Jakarta Pusat-10610
Tel: +(62-21) 420 4402
Fax: +(62-21) 420 4404
Email: Alamat surel ini dilindungi dari spambots. Anda harus mangaktifkan JavaScript untuk melihatnya.
Website: www.binaswadayakonsultan.com